Jumat, 01 Mei 2015

Review Jurnal

Jurnal 1. Review Jurnal Autocad.
MEMBANGUN PERANGKAT LUNAK OTOMASI
PERANCANGAN DAN PENGGAMBARAN RODA GIGI MATAHARI
DAN PINION UNTUK GARDAN MOBIL SEBAGAI ALAT BANTU
PEMBELAJARAN MATA KULIAH ELEMEN MESIN
Anwar Sukito Ardjo, Agus Slamet, Sulasih, Nur Saada, Yusuf
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
Jl.Prof.H. Sudarto, S.H. Tembalang, kotak Pos 6199/SMS, Semarang 50329
Telp 7473417,7499585,7499586 (Hunting), Fax. 7472396
Abstrak : Penggambaran rod gigi matahari dan pinion pada Autocad memerlukan data hasil perhitungan secara manual. Agar hasil perhitungan dapat langsung digambarkan secara cepat, maka harus disusun program yang menggabungkan keduanya.


Latar belakang : Guna meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merangcang sistem pemindagan daya pada gardan kendaraan, maka pembahasan tentang roda gigi roda matahari dan pinion dapat ditingkatkan hingga tersusunnya gambar kerja yang siap dibawa menuju proses manufaktur, baik menggunakan mesin konvesional maupun mesin CNC. Guna memenuhi kompetensi itu diperlukan perangkat lunak yang mampu melakukan perhitungan hingga penggambaran roda gigi matahari dan pinion dalam bentuk gambar kerja Autocad.

Metodologi :
1. Analisis Kebutuhan
2. Perancangan pada perangkat lunak
3. Uji coba


Kesimpulan : Hasil penggambaran manual dengan menggunakan Autocad sangat dipengaruhi oleh maing masing responden. Penggambaran gambar Assembling Crownwheel dan Pinion dengan Autocad rata – rata 13 menit. Autocad® mempunyai kemampuan tidak sekedar hanya sebagai alat bantu gambar semata, namun juga menyediakan fasilitas editor untuk melakukan penulisan kode program Visual LISP. 

Hasil :



 
Jurnal 2. Review jurnal pemodelan wajah 3D.
ANALISIS JURNAL PEMODELAN WAJAH 3D BERBASIS FOTO DIRI MENGGUNAKAN EMBEDDED LANGUAGE (MEL) SCRIPT 

Judul Jurnal               : PEMODELAN WAJAH 3D BERBASIS FOTO DIRI MENGGUNAKAN MAYA EMBEDDED LANGUAGE (MEL) SCRIPT
Penulis                      : Yudi Prayudi, Iwan Aprizal
Jurusan                     : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Abstrak : Dengan menggunakan bahasa pemrograman melscript dalam maya. Dalam
jurnal ini penulis, menjelaskan fungsi dan tujuan masing-masing proses dalam
pembuatanpemodelan wajah 3D dan memaparkan keunggulan bahasa pemprograman 
maya.
Latar belakang : membuat pemodelan wajah 3D menggunakan foto wajah berekstensi jpeg. Dimana foto wajah yang akan di import sebelumnya dibentuk intensitas warna tiap pixel lewat sejumlah metode, yaitu metodeimage adjustment brightness/contrast, image color balance, layer multiply, dan tampilan convert mode rgb yang semuanya ini dikerjakan di luar program utama dengan menggunakan photoshop. Dalam mengimplementasikan foto 2D tersebut menjadi 3D penulis menggunakan metode nurbs (non-uniform rational bezier spline) modeling, polygon serta subdivision. 


Metodologi :
1. Analisis kebutuhan
2. Desain
3. Uji coba

Kesimpulan : Penulis membuat pemodelan wajah 3D menggunakan foto wajah berekstensi jpeg. Dalam mengimplementasikan foto 2D tersebut menjadi 3D penulis menggunakan metode nurbs (non-uniform rational bezier spline) modeling, polygon serta subdivision. Dengan menggunakan bahasa pemrograman melscript dalam maya. Jadi pada proses pembuatannya itu terstruktur dengan jelas dengan mengimplementasikan foto 2D tersebut menjadi 3D.
Hasil : 


Rabu, 25 Maret 2015

Teknik Teknik Augmented Reality 3D


Saya akan menjelaskan tentang tehnik-tehnik Augmented Reality 3D untuk memenuhi tugas Softskill yang telah diberikan kepada penulis. Berikut ini adalah penjelasannya. Saya akan mulai menjelaskannya dari definisi Augmented Reality. Apakah Augmented Reality itu? Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan bentuk dua dimensi  atau bentuk tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, kemudian memproyeksikan bentuk-bentuk tersebut menjadi nyata atau hidup. Tehnik-tehnik Augmented Reality sendiri terdiri dari 2 macam, dianataranya dengan menggunakan tehnik Marker Augmented Reality dan tehnik Markeless Augmented Reality.

    1. Marker Augmented Reality.
Pada tehnik ini terdapat beberapa metode yang dapat digunakan pada Augmented Reality yaitu salah satunya adalah Marker Based Tracking.  Marker ini merupakan suatu ilustrasi hitam dan putih persegi dengan batas hitam tebal dan latar belakang yang berwarna putih. Pada komputer dapat mengenali posisi dan orientasi objek marker tersebut dan menciptakan sebuah dunia virtual 3D yaitu titik (0,0,0) dan sumbu yang terdiri dari X,Y dan Z. Marker Based Tracking ini sudah lama dikembangkan mulai sejak tahun 1980an dan mulai dikembangkan dalam penggunaan Augmented Reality.

2. Markeless Augmented Reality
Pada tehnik ini tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital. Karena pada tehnik ini sudah di kembangkan dengan baik dan digunakan pada Augmented Reality.

Kemudian terdapat macam-macam teknik yang dapat digunakan dengan menggunakan Markeless Tracking yaitu diantaranya :

1. Face Tracking
Dengan menggunakan teknik algoritma yang dikembangkan,
komputer dapat mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung dan mulut. Kemudian akan mengabaikan objek-objek lain yang disekitarnya seperti motor, mobil dan lainnya.

2. 3D Object Tracking
Berbeda dengan face tracking yang hanya mengenali wajah manusia. Dengan menggunakan teknik 3D Object Tracking dapat mengenali semua benda yang berada disekitar seperti motor, mobil, lemari, pintu dan lainnya.
 
3. Motion Tracking
Teknik ini dapat menangkap gerakan yang telah dimulai digunakan secara ekstensif untuk memproduksi sebuah film-film yang mensimulasikan pada gerakan-gerakan tubuh. Contohnya pada film avatar, dimana James Cameron menggunakan teknik ini untuk membuat film tersebut terlihat seperti lebih realtime.


Nama : Ardian August Rachman
Kelas : 3IA16
NPM : 51412042
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game
Teknik Informatika - Universitas Gunadarma - 2015


Sumber referensi :
https://dewantoroaldi11611.wordpress.com/2013/10/14/augmented-reality/

Rabu, 26 Maret 2014

Artikel Web Science

Kali ini saya ingin membahas tentang Web Science untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah softskill.

Definisi Web Science

Web Science adalah sebuah ilmu dari desentralisasi sistem informasi. Web Science membutuhkan pemahaman akan Web dan juga fokus pada pengembangan terhadap kebutuhan komunikasi dan representasi.
 

Sejarah Web Science
Penemu situs web adalah Sir Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan situs web yang tersambung dengan jaringan pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik. Sebuah situs web bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari suatu organisasi, perusahaan. biasanya pembahasan dalam sebuah situs web merujuk pada sebuah ataupun beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah situs web bisa berisi pranala yang menghubungkan ke situs web lain, demkian pula dengan situs web lainnya. Hal ini terkadang membuat perbedaan antara situs web yang dibuat oleh individu ataupun perseorangan dengan situs web yang dibuat oleh organisasi bisnis menjadi tidak begitu jelas.

Situs web biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP (bahasa Inggris: HTTP Server) seperti Apache HTTP Server, atau Internet Information Services (IIS).
  1. Web adalah massive, dimana jumlah sumber data dan informasi berbasis web mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam orde ratusan ribu hingga juta per tahun.
  2. Web bersifat terdistribusi, teknologi web memberikan tingkat autonomi yang lebih tinggi sehingga ketersebarannya juga semakin besar. Akibatnya setiap pemilik web dapat menyajikan data ataupun informasi dengan vocabulary yang berbeda walau yang dimaksud adalah sama.
  3. Web juga bersifat dinamis, sebuah web bisa hadir pada jaringan Internet tidak terikat, lokasi geografis ataupun nama logika dari sebuah sumber informasi dapat berubah secara mudah dan sering, perubahan isi dari web juga tidak dapat diperkirakan.
  4. Web bersifat open, sebuah web dapat dibuat dan dibaca oleh setiap orang secara prinsip. Sehingga isu keamanan dan kepercayaan (trust) menjadi permasalah tersendiri.
Ledakan informasi ini juga mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan pada perkembangan web, dimulai dari web 1.0 hingga web 3.0. Berikut adalah penjelasan singkatnya :
  • Web 1.0 yang sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web browser, serta mendorong pertumbuhan pemanfaatan Web sebagai penyedia informasi. Pada tingkat ini web masih bersifat read only.
  • Web 2.0 mulai menjadi trend pada tahun 1997, ini memperkaya sifat yang read only menjadi read write. Aplikasi berbasis Web semakin banyak diterapkan. Web dan sosial dimulai dengan lahirnya berbagai sarana seperti wikipedia, blog, friendster.
  • Web 3.0 merupakan rancangan untuk memperkaya Web 2.0, dimana pada Web 2.0 baru memperhatikan pertukaran data antara manusia, pada Web 3.0 pertukaran data antar manusia-mesin, mesin-mesin dan manusia-manusia disempurnakan.
Sumber :
http://safemode.web.id/artikel/teknologi/pengertian-web-science
http://afriduarchan.blogspot.com/2013/04/web-science.html



Nama : Ardian August Rachman
Kelas : 2IA16
NPM  : 51412042 
Teknik Informatika Universitas Gunadarma  2012